Jalan Jalan Seru Di Kawah Talaga Bodas

- February 25, 2018
Mata yang teramat sangat ngantuk masih terbuka dari sisa-sisa malam Minngu yang panjang, NGABER alias ngantuk berat pun akhirnya hilang seketika setelah tiba-tiba daatang seorang teman kemudian mengajak saya pergi ke Talaga Bodas.


Semuanya serba dadakan, petualangan diawali dari perempatan Maktal menuju jalan Ahmad Yani kemudian lurus terus mengikuti jalur angkutan umum sampai pasar Wanaraja. Beberapa meter dari pasar, sebelah kanan jalan sudah Nampak jalan untuk menuju ke Talahga bodas.

Petualangan ke Talaga Bodas kali ini terasa lebih ringan dan lebih cepat jika dibandingkan dengan petualangan beberapa tahun silam, Jika sebelumnya saya harus berjalan kaki selama kurang lebih dua jam dengan jarak tempuh yang lumayan cukup jauh sekitar 18 km umtuk bisa menginjakan kaki di atas tanah Talaga Bodas. Sekarang tidak harus bersusah payah berjalan kaki untuk bisa menikmati indahnya Talaga Bodas bila melihat akses jalan yang bias dikatakan lebaih baik dari sebelumnya, namun tidak terlalu bagus juga karena masih banyak terlihat beberapa muka jalan yang hampir saja membuat saya terjatuh. Kini terhitung waktu tempuh hanya satu jam dari tempat saya tinggal mengunakan sepeda motor.

Taman wisata alam Kawah Talaga bodas yang termasuk kedalam wilayah kecamatan Wanaraja, 29 km arah timur laut kota Garut. Talaga Bodas sendiri terletak diantara perbatasan Kabupaten Garut dan Kabupaten  Tasikmalaya dengan ketinggian 2201, jadi selain via kota Garut seperti yang saya lakukan untuk menuju Talaga Bodas ini bisa dilakukan melalui kota Tasikmalaya. Talaga dalam bahasa Indonesia yaitu danau atau telaga. Talaga Bodas sejatinya adalah sebuah kawah yang cukup luas dimana terdapat beberapa sumber mata air panas yang membuat kawah seperti danau atau lelaga, mungkin karena hal itu pula kawasan ini disebut Talaga bodas oleh penduduk sekitar. Keindahan Talaga Bodas memang tidak di ragukan lagi, ini terbukti pada jaman penjajahan dulu pemerintah kolonial Belanda pernah mengeluarkan surat keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda pada tanggal 4 Februari 1924 yang mengukuh Talaga Bodas sebagai taman wisata alam sehingga pada masa itu banyak turis asing yang dating berkunjung ke Talaga bodas ini. Dan masih pada masa itu pula potensi belerang di kawasan Talaga Bodas ini ditambang untuk keperluan medis dan kimi, Untuk saat ini hanya terlihat sisa-sisa alat seperti pipa besi panjang dan alat yang menurut saya semacam bekas alat pengeboran gitu.
Ternyata eh ternyata banyak pula buku wisata yang membahas keindahan taman wisata alam yang satu ini, dan benar adanya tempat yang satu ini masih cantik seperti waktu pertama kali saya menemuinya. Deret pohon berjajar rapih, kabut yang bergumpal-gumpal disela-sela sang surya yang meninggi, kepulan asap menghiasi setiap penjuru danau Talaga Bodas yang putih membiru dan di bentengi rentetan gunung yang mengelilignya, Banyak orang yang bilang tempatnnya mirip dengan primadonya ciwidey yaitu Kawah Putih, bahakan tidak sedikit pula orang yang berkata, “ini leibih indah dari kawah putih”. Talaga Bodas masih seperti yang dulu, putih biru mempesona dan mengagumkan, yang membedakannya saat ini talaga bodas semakin ramai dan semakin banyak pengunjungnya, kemudian pasilitanya juga lebih memadai, seperti kolam pemandian air panas terlihat lebih rapih dan tambah banyak, terhitung ada lima kolam yang terdiri dari kolam rending untuk anak-anak dan untuk orang dewaasa, kamar bilas dan kamar ganti pakaian juga sudah terlihat berdiri disampaing kolam pemandian, WC umum, tempat parker, warung, kantin dan penjual cinderamata juga kini terlihat semakin banyak.
Sekarang bukan hanya orang Garut saja yang mengunjungi Talaga Bodas, orang dari luar kota Garut pun banyak yang mengunjungi tempat ini, bukan hanya motor trail mobil dan motor matik kini terlihat bisa sampai di kawasan ini.
Berkunjung ke salah satu tempat wisata tanpa mengabadikannya lewat foto rasanya tidak komplit, begitu pula dengan saya, kegiatn yang satu ini tidak boleh terlewatkan. Di Kawah Talaga Bodas ini kalau hanya menikmati pemandangan dan berfoto-foto ria saja tanpa jalan-jalan mengitari kawah atau tidak menikmati hangatnya kolam pemandian rasanya kurang komplit juga. Saya saranin deh buat mengitari kawasan kawah karena banyak terdapat spot untuk berfoto-foto ria, tidak terlalu jauh namun tidak dekat juga, yah lumayan keringetan sama bikin pegel kaki doing mah. Nah setelah itu baru deh bernedam di kolam rendam sambil istirahat di jamin gak mau minggat deh he he, oh iya jangn lupa jug pesan jagung bakar sama kopi atau minuman hangat lainnya, jadi sambil berendam sambil makan jagung bakar beuuh edun pisan mas bro he he.
Makan nasi timbel bekal dari rumah terasa lebih nikmat apabila dimakan secara bersama-sama, meski dengan lauk pauk yang sederhana namun suasana alam terbuka mebuat menu makan terasa lebih istimewa, nah untuk itu jangan lupa juga bawa bekal dirumah, oh ia lupa untuk bisa memasuki kawasan Talaga Bodas ini hanya dikenakan biaya lima ribu rupiah untuk satu motor sedangankan untuk mobil 15 ribu permobil.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search